<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4583">
<titleInfo>
<title>PERKEMBANGAN JENIS HAMA UTAMA DAN KETAHANANUJI VARIETAS KEDELAI  (Glycine max L. Merril) DI DESA DUSUN BARU KECAMATAN VII KOTO KABUPATEN TEBO</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FAUZAN FIKRI  NBP : 1201321007</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2015</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kedelai merupakan salah satu bahan pangan penting sebagai sumber protein rnnabati yang tinggi, sehingga kebutuhan kedelai dari tahun ke tahun selalu meningkatrnseiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.  Laju peningkatan produksi kedelairnsampai sekarang belum mampu mengimbangi laju permintaan, sehingga untukrnmencukupi kebutuhan konsumsi kedelai di dalam negeri masih harus dilakukan imporrn(Cahyono, 2007).   Kebutuhan kedelai di Indonesia lebih kurang 2,5 juta ton dan yangrnberasal dari impor 900 ribu ton (Soesanto, 2015).  Menurut Suswono (2013), MentrirnPertanian memprediksikan bahwa konsumsi kedelai di dalam negeri (Indonesia)rnsampai tahun 2014 laju permintaan kedelai mencapai 1,5 juta ton/tahun.  Pada tahunrn2014 telah dihasilkan lebih kurang 32 ton benih kedelai dari salah satu Gapoktanrnyang ada di Kecamatan VII Koto di Kabupaten Tebo (BPP Sungai Abang, 2014). rnrnProduksi kedelai yang rendah disebabkan beberapa faktor, salah satunya hama.  rnHama dalam artian luas adalah semua organisme atau binatang yang karena aktifitasrnhidupnya merusak tanaman sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukuprnbesar bagi manusia.  Hama merupakan salah satu faktor utama yang sangatrnmerugikan dan harus diperhitungkan, khususnya bagi tanaman kedelai.  Adanyarnvariasi jenis serangga hama yang menyerang pada tiap fase pertumbuhan tanaman,rnoleh karena itu perlu diketahui serangga hama yang menyerang tiap-tiap fasernpertumbuhan tanaman. rnTanaman kedelai merupakan tanaman yang tergolong Famili Leguminoceae danrnspesies Glycine max.  tanaman kedelai memiliki akar tunggang yang membentukrnakar-akar cabang yang tumbuh menyamping tidak jauh dari permukaan tanah. rnTanaman kedelai berbatang dengan tinggi 30-100 cm, jumlah buku yang terdapatrnpada batang berkisar antara 14-16 buku, sedangkan jumlah cabang utama dapat</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>4583</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>